Lost In Translation (2003)

Posted on 20 February 2010

2


Bob Harris (Murray) dan Charlotte (Johansson) adalah dua orang bermasalah yang tinggal di satu hotel yang sama ketika keduanya sedang berada di Tokyo, Jepang. Bob datang ke Tokyo untuk kepentingan pekerjaannya sebagai artis. Dan Charlotte berada di Tokyo untuk menemani suaminya yang bekerja sebagai fotografer. Keduanya sedang mengalami krisis dalam kehidupan masing-masing. Keduanya memiliki masalah sendiri-sendiri. Keduanya sama-sama mengidap insomnia dan pada akhirnya kedua orang ini menjadi dekat, saling mengisi hari-hari mereka yang membosankan di Tokyo dan membuatnya menjadi lebih berwarna.

Keluarga Coppola jelas bukan nama sembarangan dalam industri perfilman Hollywood.
Francis Ford Coppola melahirkan Godfather dan juga melahirkan si cantik Sofia yang berhasil menelurkan satu karya apik dengan kisah dua krisis manusia di usia berbeda yang memakai latar belakang kota Tokyo. Cerita Lost In Translation bukan sebuah kisah rumit. Kisah sederhana, konflik yang sederhana, namun pengemasan yang apik membuat karya ini menjadi tidak sesederhana itu. Sofia berhasil meramu cerita yang ia tulis dengan baik. Bagaimana pergerakan Bob & Charlotte menjadi dekat dan pada akhirnya saling membutuhkan dituturkan dengan cara yang halus, dalam pergerakan yang membuat penonton ikut terbawa. Pantas saja film ini berhasil mendapatkan Oscar di tahun 2004 untuk kategori skenario terbaik! Satu bagian favorit saya adalah ketika Bob & Charlotte berbaring di atas kasur, tidur berdampingan dan berbicara dari hati ke hati, itu scene yang menurut saya megang banget!

Dua pemain film ini menampilkan akting prima
Wajah murung Bill Murray berhasil menunjukkan kegelisahan dan bagaimana ribetnya Bob dengan masalah hidupnya, dengan krisis paruh baya yang sedang ia hadapi. Sementara wajah inosen Scarlett Johansson sangat mendukung peran Charlotte yang terlihat kuat namun sebetulnya rapuh. Film ini dibuka dengan cara yang asik –dengan penampakan bokong indah Scarlett Johannsson (yeaah bokong!), dan ditutup dengan cara yang gak kalah asik. Murray & Johansson sangat berhasil menghidupkan karakter mereka dengan baik, mereka adalah jiwa film ini, bagaimana mereka bertutur, bagaimana cara mereka berinteraksi dan bagaimana mereka menyikapi perpisahan adalah sesuatu yang memukau untuk diperhatikan.

Tokyo yang menjadi setting tempat menjadi satu kelebihan tersendiri.
Coppola memasukkan cukup banyak budaya Jepang di film ini, tidak lupa dengan banyak panorama cantik yang membuat mata terpuaskan. Saya menyukai cara Coppola mengambil gambar, sudut pengambilan gambarnya cantik dan sangat enak untuk dilihat. Musik pengiring film ini berhasil membuat Lost In Translation menjadi kian ciamik, liriknya pas dengan isi cerita filmnya. Secara keseluruhan film ini adalah film yang cantik, bukan hanya karena Scarlett Johansson yang memang sangat cantik dan memukau, tetapi karena film ini berhasil membuat saya terpukau dengan kemasannya yang menarik.

Jenis Film : Drama
Sutradara & Penulis : Sofia Coppola
Pemain : Bill Murray, Scarlett Johansson
Produser : Ross Katz, Sofia Coppola
Produksi : Focus Features
Penghargaan : Academy Awards 2003 untuk Best Writing, Original Screenplay. Dan nominasi untuk Best Actor (Bill Murray), Best Director (Sofia Coppola) dan Best Picture.

Posted in: Uncategorized