Identitas (2009)

Posted on 21 February 2010

2


Adam, petugas kamar mayat di sebuah Rumah Sakit mempertanyakan soal “identitas”nya sebagai manusia akibat masa lalu kelam ayahnya. Sejak lahir dia telah kehilangan hak hidupnya. Dia merasa hidup justru pada saat ia bersama orang-orang mati Adam akhirnya jatuh cinta pada seorang perempuan tanpa nama. Dia merasa menemukan jati dirinya pada sosok perempuan itu sampai akhirnya dia mempertahankan hak hidup perempuan itu dari hak kematiannya.

Sejujurnya saya tidak terlalu familiar dengan Aria Kusumadewa.
Mengacu pada data yang ada di Wikipedia, Identitas adalah film ketiganya, sebelumnya ia pernah menyutradarai film Beth -yang sudah saya tonton, dan Novel Tanpa Huruf R -yang belum saya tonton. Dari dua film karyanya yang ia tulis, saya menyadari satu hal : bahwa Aria adalah penulis dan sutradara yang kritis dan senang menghadirkan karya yang sarat sindiran dengan komedi bernuansa satir.

Berhasil menggondol beberapa piala di Festival Film Indonesia tahun lalu, Identitas merupakan sebuah film yang tidak biasa. Film ini menampilkan banyak sisi-sisi menarik dari kehidupan di Indonesia yang dipaparkan dengan cara yang terbilang unik dan nyeleneh. Tema mengenai identitas menjadi bagian besar film ini. Bukan hanya tentang identitas mayat yang diurus Adam, melainkan identitas lain para manusia yang berseliweran di rumah sakit dan di kehidupan Adam.


Cerita, dialog dan pengemasan film ini sangat bernuansa independen
Blak-blakan, frontal dan vokal dalam menyuarakan pendapat adalah salah satu kelebihan Identitas, dan Aria Kusumadewa berhasil melakukan ini dengan penuturan yang enak, baik sebagai penulis, dan tentunya juga sebagai sutradara. Tidak jauh berbeda dengan Beth yang sama-sama nyeleneh, film ini juga memiliki nuansa yang serupa, dimana sepertinya Aria mencoba membuat dunianya sendiri, dunia yang tetap berhubungan dengan apa yang terjadi di kehidupan nyata.

Tio Pakusadewo pantas mendapatkan piala Citra lewat aktingnya yang memang benar-benar ciamik. Sebagai aktor senior, Tio menunjukkan kelasnya karena berhasil menjiwai peran Adam dengan sangat baik. Mimik muka, pembawaan dan keseluruhan karakternya ia bawa maksimal. Leony VH menunjukkan dirinya bisa mengimbangi akting memukau Tio, walau tidak terlalu istimewa, mantan penyanyi anak-anak ini nampak jauh lebih matang dibanding dengan aktingnya di sinetron beberapa tahun lalu. Meski beberapa pemain pendukung sedikit ‘mencoreng’ maksimalnya akting dua pemeran utama, dari sisi akting film ini berhasil menempatkan aktor-aktris yang cukup pas untuk menghidupkan cerita yang ada.

Secara singkat, film ini bukanlah film buruk.
Meski tidak terlalu spesial, Identitas menyajikan cerita unik yang mungkin cocok untuk kamu yang bosan dengan tipikal cerita yang disodorkan film-film tanah air. Saya cukup suka film ini, saya suka dengan dialog-dialog pedas dan frontal yang diucapkan para tokohnya. Saya juga suka bagaimana Aria Kusumadewa menggulirkan ceritanya yang berakhir dengan satu batang korek api. Menarik.

Jenis Film : Drama
Sutradara & Penulis : Aria Kusumadewa
Pemain : Tio Pakusadewo, Leony VH, Ray Sahetapi, Norman R Akyuwen
Produser : Choky Situmorang
Produksi : Tits Film Workshop
Penghargaan : Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Aktor Terbaik Festival Film Indonesia 2009

Posted in: Uncategorized