[review] Cinta 2 Hati [2010]

Posted on 10 April 2010

2


Alfa (Afgan), seorang penyanyi muda yang sangat digandrungi remaja, semua gadis menyukainya, kecuali gadis manis sederhana bernama Laras (Tika Putri) yang justru menjadi kekasihnya. Berpacaran dengan seorang bintang ternyata tidak mudah, dan hal ini menjadi kian sulit ketika muncul gadis bernama Jane (Olivia Jensen), seorang cucu konglomerat yang sangat mencintai Alfa. Jane terobsesi. Jane benar-benar ingin bersama Alfa, dan kakek Jane (Deddy Mizwar) ikut mendukung keinginan Jane itu. Alfa dan Laras pun terpaksa berkorban dan pada akhirnya semuanya menjadi rumit, kusut seperti benang. Cinta Alfa harus dibagi untuk dua hati, Laras dan juga Jane.

Film ini merupakan film kedua produksi Wanna-B Pictures setelah tahun lalu melahirkan Bukan Cinta Biasa. Seperti tahun lalu, saya kembali menyempatkan diri menyaksikan film karya Benni Setiawan ini. Dan semoga, pendapat saya kali ini tidak menimbulkan huru hara seperti ketika saya menuliskan pendapat mengenai film Bukan Cinta Biasa.

Cinta 2 Hati menawarkan cerita sederhana yang dibikin rumit dan berpotensi membuat penonton tersentuh -namun disisi lain juga sedikit kesal. Cerita cinta segitiga Alfa – Laras – Jane menjadi rumit karena begitu banyak hal yang menganggu mereka, begitu besar kebimbangan Laras, begitu besar obsesi Jane, begitu labilnya Alfa, dan begitu ngototnya Kakek Jane untuk membahagiakan cucunya. Cerita yang bisa membuatmu tersentuh karena tema ‘orang sakit’ jelas menjadi sebuah tema yang cukup berpotensi membuat air mata jatuh. Cerita yang membuatmu kesal karena terkadang di beberapa sisi kamu merasakan film ini terlalu dibuat rumit dan sengaja dibikin kusut.

Saya menyukai film ini.
Mungkin karena ekspektasi saya tidak begitu besar, makanya ketika menyaksikan film ini dan ada beberapa scene yang berhasil menghibur, saya berkesimpulan bahwa saya menyukai film ini. Bagaimana bisa punya ekspektasi besar karena pertama kali melihat posternya kok rasanya males yaa melihat muka Afgan segede bagong dan gaya Olivia + Tika Putri yang nampak absurd. Ada apa dengan poster film ini? Oh mungkin lebih tepat jika pertanyaannya diganti dengan : ada apa dengan poster film Indonesia belakangan ini?

Dan terlebih dengan pelajaran ketika menonton Bukan Cinta Biasa, kali ini saya datang ke bioskop tanpa terlalu banyak berharap akan mendapat tontonan macam apa dan syukurnya film ini dapat membuat saya bertahan, menikmati isinya dari awal hingga akhir. Dari segi cerita, film ini sejujurnya berpotensi membuat penonton banjir air mata, sayangnya ekskusinya kurang mengigigit, di beberapa bagian yang seharusnya bikin orang nangis digabung dengan bagian lain yang biasa-biasa saja, pemotongan gambarnya pun terkadang terkesan lompat-lompat. Satu bagian yang sukses membuat saya tersentuh adalah ketika Jane yang terkapar menerima telfon dari kakeknya yang sedang berada di pesawat. Dan satu bagian yang membuat akhir kisah ini ditutup dengan cara yang kurang asik adalah bagian ending, entah kenapa saya merasa anti-klimaks, saya justru lebih menyukai part sebelum ending yang menurut saya lebih nendang dan emosional.

Deddy Mizwar memberikan jiwa untuk film ini. Meski untuk kategori seorang aktor besar sekaliber dia karakternya di film ini cenderung standar, Pak Deddy berhasil memberikan penampilannya yang senantiasa bagus dan berjiwa. Tika Putri ada di posisi kedua, ia juga berhasil menampilkan akting prima dalam balutan penampilan manis yang sangat mencuri perhatian. Sudah jelas bahwa Tika Putri layak masuk dalam daftar salah satu aktris potensial. Bagaimana dengan Olivia Jensen? Di sini Oliv menunjukkan kemajuan dibanding aktinganya di film sebelumnya -meski untuk adegan marah dengan suara tinggi masih kurang enak untuk dilihat dan didengar. Afgan? Hmmm kalo saya sih jauuuh lebih suka melihat Afgan menyanyi dibanding berakting. Meski untuk ukuran sebuah debut, akting Afgan tidaklah buruk, tapi entah kenapa rasanya lebih menyenangkan untuk melihat dan mendengar Afgan bernyanyi.

Ada beberapa hal kecil yang saya ingat :
– Nuansa film ini sedikit banyak mirip dengan Bukan Cinta Biasa [unsur sholat misalnya]
– Iklan komersial di film ini cukup menganggu dengan penempatan yang kurang enak
– Siapa yang mengurus wardrobe film ini? 1 pujian dari saya : pemilihan baju Olivia + Tika ciamik!
– Elevator menjadi bagian yang sering ditampilkan.

Cinta 2 Hati merupakan sebuah tontonan yang potensial untuk digemari oleh dua tipe orang : pertama, penggemar Afgan. Kedua, pecinta film drama. Kebetulan saya adalah penggila genre drama dan film ini cukup berhasil membuat saya ikut larut dalam ceritanya.

Rilis : 1 April 2010
Jenis Film : Drama
Sutradara : Benni Setiawan
Pemain : Afgan, Olivia Lubis Jensen, Tika Putri, Deddy Mizwar, Dwi Yan, Ayu Dyah Pasha, Jaja Mihardja,
Produser : Zairin Zain
Produksi : WannaB Pictures
Quotes :
– Tangan lo doang melintir, muka lo kayak satpam!
– Kasian? Awalnya kasian, selanjutnya kasih-kasihan!

Posted in: Uncategorized