[review] Menebus Impian [2010]

Posted on 16 April 2010

0


Film Menebus Impian menceritakan perjuangan hidup keras seorang mahasiswi, Nur (Acha Septriasa) yang hidup bersama Sekar (Ayu Dyah Pasha) sang ibu yang bekerja sebagai buruh cuci. Dalam perjuangannya mencari penghidupan yang lebih baik, Nur hampir menyerah dan mengubur impiannya, hingga dia bertemu Dian (Fedi Nuril). Bersama Dian, Nur akhirnya berani untuk bangkit dan menebus Impiannya kembali.

1. Sebuah drama motivasi. Film ini memiliki cerita yang bisa kamu lihat dari dua sisi. Jika kamu penyuka drama kamu akan menyukai film ini karena penuturan cerita tentang hidup Nur dipaparkan dengan penuh liku yang memakai metode premis film banget -seseorang sangat menginginkan sesuatu namun begitu banyak halangan yang merintanginya. Namun jika tidak, kemungkinan kamu bisa jatuh bosan. Saya penyuka drama dan saya menyukai cerita film ini. Meski di beberapa bagian saya merasa sedang ‘diceramahi’ dan ‘dipresentasikan sesuatu’ saya merasa kisah hidup Nur adalah sesuatu yang menarik untuk disimak.

2. Sebagai elemen cerita, bisnis yang dilakukan Nur memang merupakan bagian yang menarik untuk diangkat, namun saya lebih tertarik untuk melihat bagaimana Nur berjuang, jatuh bangun, sempat terpuruk dan akhirnya bangkit untuk menebus impian membahagiakan sang Ibu. Perjuangan Nur dan hubungannya dengan sang Ibu adalah sebuah hal yang menurut saya sangat besar dan menarik untuk diikuti.

3. Hanung Bramantyo pernah sukses mengangkat kehidupan rakyat bawah dengan setting rumah gang sempit di film Get Married. Di sana ia bermain di koridor komedi, dan di sini ia membuktikan diri dalam ranah drama yang memang juga menjadi speasialisasinya. Hanung bukan sutradara sembarangan, di sini pun ia sukses menghadirkan sebuah drama menyentuh.

4. Acha Septriasa naik tingkat. Terakhir mencuri perhatian lewat perannya sebagai Iin di film Love, kini Acha membuktikan diri dengan menunjukan akting yang kian matang. Peran Nur dimainkannya dengan apik. Emosi Nur disampaikan dengan baik. Acha terlihat makin bersinar, sesuai dengan nama peran yang ia mainkan di film ini.

5. Ayu Dyah Pasha juga menampilkan akting jempolan. Mimik wajahnya yang selalu berhasil memancing empati penonton. Fedi Nuril tidak terlalu istimewa, namun untuk ‘penyegar mata’ para wanita, Fedi telah berhasil melakukan tugasnya dengan baik. Dua orang ini berbagi sinergi yang bagus dengan Acha Septriasa, yang menjadikan ikatan emosional film ini menjadi makin jelas.

6. Saya sejujurnya kurang suka dengan penyelesaian cerita film ini. Dan bagian dimana ‘buku impian’ Nur mencacat keberhasilan Nur juga kurang asik untuk menggambarkan bahwa Nur telah berhasil menebus impiannya. Usaha yang sedemikian berat ditutup cuma dengan beberapa detik lewat foto-foto di buku, saya rasa itu kurang nendang, tadi pun ada beberapa penonton yang berkomentar seperti ini.

Dialog pilihan :

Dari awal kita ketemu, kamu selalu nyuruh aku pergi. Pernah aku nurut? Kamu kan yang selalu pergi duluan – Dian

Nama kamu Dian, artinya obor, dengan kamu aku bisa menyala – Nur

Jenis Film : Drama
Sutradara : Hanung Bramantyo
Penulis : Titien Wattimena
Pemain : Acha Septriasa, Fedi Nuril, Ayu Dyah Pasha, Jaja Mihardja, Joshua Suherman
Produser : Bernhard Subiakto
Produksi : Dapur Film

Posted in: Uncategorized