[Review] Red Cobex [2010]

Posted on 17 June 2010

2


Setelah menulis dan menyutradarai film bernuansa maskulin – Realita Cinta Dan Rock’n Roll & Serigala Terakhir – Kini Upi kembali hadir dalam kemasan baru ; ia mengangkat kisah tentang lima ibu jagoan dan percintaan satu lelaki polos yang merupakan putra tunggal pentolan lima jagoan tersebut.

Ibu-ibu
Komedi
Berhasilkah?

Buat saya tidak terlalu.
Upi pernah sukses menulis dan menyutradarai film ‘perempuan’ berjudul 30 Hari Mencari Cinta, yang merupakan debut penyutradaraannya di ranah layar lebar. Saat itu, bagi saya, Upi berhasil menghadirkan kisah perempuan yang enak ditonton. Lucu dan menghibur dalam takaran yang pas. Namun kali ini, Upi tidak terlalu berhasil membuat saya sebagai penonton tertawa dan terhibur akan racikan cerita yang dibuatnya.

Saya dan seorang teman yang tadi menonton setuju bahwa sebenarnya cerita ini bisa lucu.
Lima jagoan dari latar belakang berbeda, ibu-ibu pula, jelas merupakan sebuah tontonan yang menarik. Sayangnya, penggambaran karakter yang berlebihan, dialog panjang yang terlalu ‘cerewet’, pergerakan cerita yang menjurus membosankan membuat film ini tidak memuaskan ekspektasi saya -dan teman saya itu- yang tadinya cukup tinggi. Dan kisah film ini sendiri ternyata lebih berfokus pada pencarian jati diri seorang Yoppi yang jatuh cinta pada Astuti, tidak terlalu berfokus pada Geng Red Cobex. Selain itu, ada juga ‘tempelan’ cerita pasangan Ipah- Ramli yang pernikahannya terancam karena Yoppi numpang tinggal di rumah mereka dan Ipah mengancam tidak akan memberi nafkah batin ke Ramli selama ada Yoppi di rumah mereka

Hei, ada Tika Panggabean, Sarah Sechan, Indy Barends, Shanty, Lukman Sardi di film ini! Melihat deretan pemainnya saja sudah cukup menggelitik sedikit rasa penasaran. Apa jadinya kelima aktris itu berkumpul dan beraksi layaknya jagoan? Hasilnya tidak terlalu spesial. Sarah Sechan yang paling berhasil mencuri perhatian, diikuti Tika Panggabean. Indy Barends dan Cut Mini biasa-biasa saja. Dan Aida Nurmala? Sepertinya karakter ini tidak terlalu penting, bahkan mungkin kalau dihilangkan tidak berpengaruh apapun. Shanty di beberapa bagian sempat mencuri perhatian -meski seringnya kelewat ganggu. Lukman Sardi seperti biasa bagus, walau tidak terlalu spektakuler.

Kalau tidak salah saya sempat membaca di blog Upi bahwa di film ini ia memiliki budget yang terbatas dan waktu yang juga terbatas. Dan hal itu cukup terlihat di filmnya, dimana biasanya karya Upi bisa menampilkan set dan ‘printilan’ penunjang setting yang maksimal, namun di sini semuanya terlihat begitu-begitu saja, tidak istimewa. Saya tidak terlalu suka dengan gambar film ini, kurang bisa memanjakan penontonnya.

Red Cobex tidaklah buruk
Film ini menghadirkan nuansa nasionalisme yang kental dari latar belakang tokohnya yang berasal dari berbagai suku di Indonesia. Film ini juga sempat membuat saya tertawa terbahak-bahak, namun sayangnya saya lebih banyak merasa bosan dengan dialog-dialog panjang dari para karakternya, penggambaran karakter yang terlalu dipaksakan, serta seringnya unsur komedi yang tidak berhasil memancing tawa penonton.

Film ini berada di deret terakhir dari semua karya Upi yang sudah saya tonton.
Ayo Mbak Upi, bikin film ‘laki’ lagi atau film ‘cantik’ kayak 30 Hari Mencari Cinta aja gimana?😉

2/5

Jenis Film : Drama Komedi
Sutradara : Upi Avianto
Penulis : Upi Avianto
Pemain : Tika Panggabean, Lukman Sardi, Shanty, Irfan Hakim, Revalina S. Temat, Sarah Sechan, Aida Nurmala, Cut Mini, Indy Barends
Produser : Chand Parwez Servia
Produksi : Starvision Plus

Posted in: Uncategorized