Baik-Baik Sayang [2011]

Posted on 13 January 2011

3


Foto: Baik-Baik Sayang Fan Page

Faank berpacaran dengan Westi (Intan Nuraini), seorang gadis cantik dari kampung sebelah. Suatu hari, karena bosan pacaran begitu-begitu saja, Faank mengajak Westi untuk menonton konser Kangen Band di Parung. Keduanya menyusun rencana, merangkai kebohongan ke orangtua masing-masing sampai akhirnya keduanya berhasil menyaksikan band favorit mereka berdua. Sayang, itu adalah terakhir kali mereka berbahagia, karena setelahnya kecelakaan motor yang terjadi dalam perjalanan pulang mengakhiri dunia indah pasangan itu.

Faank dipaksa Ayah untuk melanjutkan pendidikan di pondok pesantren La Tansa, sebuah ponpres yang cukup ketat dimana semua santrinya wajib berbicara menggunakan Bahasa Arab/Bahasa Inggris. Di santri tersebut, Faank berteman dengan Apoy, Tomi dan Ovie. Kehidupan mereka sebagai santri terlihat penuh warna. Ada sosok begundal bernama Hamzah (Cecep Reza), ada dua santriwati Nurul (Sulis) dan Azizah (Arumi Bachsin) yang begitu mempesona. Namun, pikiran Faank hanya tertuju ke Westi.

Di sisi lain, Westi yang kini lumpuh akan dipinang Bagas (Dennis Adhiswara), seorang bos muda yang kaya raya. Westi masih menanti Faank, namun kedua orangtuanya memaksa dirinya untuk melupakan Faank dan menikah dengan Faank. Jarak terbentang. Kenangan tidak bisa dihapus. Dan sebuah lagu spesial berjudul Baik-Baik Sayang khusus dibuat Faank untuk Westi.

Saya datang ke bioskop dengan ekspektasi yang sangat rendah.
Sejujurnya banyak pertanyaan jelek yang ada di kepala saya: emangnya ada yang mau nonton Wali? Oh oke, mereka emang punya lagu-lagu hits yang ‘nyangkut’ di telinga. Tapi, emangnya ada yang mau nonton mereka di sebuah film? Emangnya mereka bisa akting? Ngapain sih produsernya buang-buang duit dan bikin film beginian?

Akhirnya, semua pertanyaan buruk itu pelan-pelan dijawab film ini. Dengan pelan tapi pasti semua yang buruk tersebut dikikis dalam sebuah tontonan yang ternyata cukup menghibur. Ya, ternyata Baik-Baik Sayang bukan tontonan buruk membosankan seperti yang saya kira. Film ini mampu membuat saya ‘terikat’ dan menyaksikannya hingga selesai.

Cerita cinta Faank dan Westi memang lazim ada di cerita-cerita percintaan masa kini. Cerita model begini sudah biasa disaksikan di FTV atau film-film lain. Namun di tangan Jujur Prananto, ada sesuatu yang berbeda dari Baik-Baik Sayang. Tidak hanya dari proses penuturannya, tetapi juga dengan muatannya dan aneka macam sisipan penunjang yang sedikit banyak mengangkat film ini ke tingkat yang lebih tinggi dari bayangan saya. Pernah mendengar lagu Baik-Baik Sayang? Pernah menyaksikan video klip lagu tersebut? Kurang lebih, garis besar film ini mengadopsi lagu tersebut.

Film ini memang bukan ditujukan untuk masyarakat kelas A. Dengan karakter asal para tokoh utama film ini saja jelas menempatkan dan memberikan porsi masyarakat menengah sebagai konsumen utama film ini. Beberapa sponsor digambarkan dengan cukup jelas -Cressida, Minyak Angin Cap Kapak, IFA- memang sedikit mengganggu, namun di sisi lain kian menegaskan bidikan ke kelas menengah sebagai sasaran film ini. Bukan, bukan berarti warga kelas A tidak bisa menyaksikan film ini. Bisa saja, tetapi -mau gak mau- mereka harus menurunkan standar untuk bisa menikmati Baik-Baik Sayang, karena jika tidak film ini hanya menjadi tontonan lucu-lucuan yang gak pas sasaran.

Sebagai musisi, Wali band berakting cukup baik. Satu nama yang paling pas aktingnya adalah Apoy. Tiga personel yang lain masih berada di level baik, tidak buruk. Intan Nuraini menampilkan performa maksimal. Kecantikan dan aktingnya tereksplor dengan maksimal, Intan berhasil mencuri perhatian di film ini. Arumi Bachsin yang hanya menjadi peran pendukung juga telah melakukan hal yang sama, di sini Arumi kembali berjilbab seperti yang dilakukannya di film 321, dan ternyata Arumi memang lebih oke tampil tertutup dibanding tampil buka-bukaan seperti yang biasa ia lakukan di film Nayato.

Tidak bisa dipungkiri, di beberapa bagian banyak hal klise dan ‘pasaran’ yang sangat kita kenal. Namun, tidak bisa dipungiri pula, di beberapa bagian lain Baik-Baik Sayang dapat mengikat saya -sebagai penonton- dan membuat saya larut dalam kesedihan yang ditampilkan dengan konstan hingga akhir.

Jadwal Tayang: 13 Januari 2011
Jenis Film: Drama
Sutradara:Iding Sunadi & Dodi Mawon
Penulis: Jujur Prananto
Pemain: Wali, Intan Nuraini, Sulis, Arumi Bachsin, Didi Petet, August Melaz, Alicia Djohar, Dennis Adhiswara, Cecep Reza.
Produksi: Exmat, Cinevisi

Posted in: Resensi