Love Story [2011]

Posted on 27 January 2011

1


 

Sumber Foto: Fan Page Love Story

 

Acha Septriasa dan Irwansyah pernah dielu-elukan sebagai generasi cinta berikutnya setelah Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra. Nama mereka dan kisah cinta mereka yang berawal di film kemudian lanjut ke dunia nyata berhasil menyedot perhatian khalayak. Dimulai dari Heart, berlanjut ke Love Is Cinta, kembali satu film dalam film Love -meski berbeda cerita- dan kini mereka kembali bersatu seperti dulu di film terbaru yang berjudul Love Story.

Film ini memberikan beberapa catatan.
Selain merupakan kolaborasi keempat Acha – Irwansyah. Film ini juga merupakan duet keempat antara Acha dengan Hanny R. Saputra, sang sutradara. Ini juga menjadi lanjutan kerjasama Hanny R. Saputra dengan penulis skenario, Armantono yang sebelumnya menulis Heart dan Love Is Cinta.

Saya tidak terlalu menyukai Heart, tetapi saya menyukai Love Is Cinta, sebuah film kaya emosi yang berhasil meninggalkan bekas yang cukup dalam -walau aksi terbang di penghujung film masih menjadi mimpi buruk hingga kini. Melihat trailernya, saya berharap dapat mendapatkan tontonan yang setidaknya bisa sebagus Love Is Cinta -kalau bisa lebih baik-, tapi nyatanya harapan saya membumbung terlalu tinggi.

Cerita film ini berpusat pada hubungan Galih (Irwansyah) dan Ranti (Acha Septriasa). Sepasang muda-mudi yang dekat sejak kecil. Sepasang manusia saling mencinta yang harus dipisahkan oleh sungai yang membelah desa mereka dan mitos mengenai larangan menjalin cinta antar desa yang mengancam hubungan keduanya. Di sisi lain, ada mimpi besar Ranti untuk bisa membangun sekolah di desa-nya dan obsesi luar biasa Galih yang ingin mewujudkan impian Ranti tersebut. Ayah Ranti (Reza Pahlevi) dan seluruh warga desa menentang hubungan keduanya. Mereka takut akan terjadinya bencana jika kedua muda-mudi itu bersatu. Namun, karena kekuatan cinta yang begitu besar, Galih dan Ranti tidak menyerah begitu saja. Galih nekat untuk terus membangun sekolah sebagai wujud cintanya. Ranti terus-terusan berusaha kabur dari rumah meskipun ia juga terus-terusan dikurung oleh Ayah-nya. Bagaimana hasilnya?

Satu kesan mendalam yang disisakan film ini adalah lelah berkepanjangan. Versi pendek film ini -trailer- berhasil memikat saya. Namun keseluruhan film ini, sama sekali tidak membuat saya terkesan. Pemandangan indah sungai, hijau dedaunan dan biru langit tidak membuat mata saya berbinar cerah, terlebih dengan pengambilan gambar monoton yang bahkan saya hafal karena memang sudut pengambilan gambarnya begitu-begitu saja.

Berbicara mengenai cerita, film ini tidak berhasil menjadi drama cinta mengharu biru yang membawa penontonnya hanyut, larut dalam perjuangan Galih dan Ranti untuk memperjuangan cinta mereka. Bukannya menaruh perhatian, penonton malah kesal dan lelah mengikuti perjalanan mereka yang (terlalu) dramatis. Film ini seperti dongeng dengan dialog penuh bualan cinta yang terkadang menggelitik telinga.

Irwansyah (berusaha) berakting baik di film ini dan beruntung di film ini ia mendapat porsi bicara (dan mengumbar kata cinta) yang banyak. Usaha Irwansyah cukup terlihat, namun itu tidak menyelamatkan karakter Galih yang justru terlihat seperti robot yang ingin membangun sekolah dan menjadi penyair nomer satu dengan untaian kalimat puitis yang senantiasa keluar dari bibirnya. Acha Septriasa berakting konstan, namun dibandingkan beberapa filmnya yang lain, harus diakui ini bukan penampilan terbaiknya. Dan satu hal yang saya tangkap, di film ini chemistry mereka memudar. Tidak ada cinta yang nampak. Tidak ada keintiman yang terlihat. Entah mengapa semuanya terasa hambar.

Ada kesalahan casting dengan menempatkan Reza Pahlevi sebagai ayah Rani. Kemudian ada detil yang kurang diperhatikan, misal: Henidar Amroe yang berperan sebagai nenek Ranti yang tidak menua sama sekali. Reza Rahadian mendapat karakter yang menantang, sayang kesediaannya menjadi pemeran pendamping dan usahanya untuk memainkan peran tersebut secara maksimal tidak mendapat porsi lebih lantaran kejelasan karakternya yang begitu minim.

Love Story adalah cerita mengenai obsesi.
Obsesi Galih dan Ranti untuk menyatukan cinta. Obsesi Ayah Ranti untuk mempertahankan adat setempat. Obsesi Galih yang (nampaknya) ingin terus mengumbar cintanya -bahkan hingga ia nyaris mati. Dan tentunya obsesi rumah produksi yang ingin melanjutkan kesuksesan Acha Septriasa – Irwansyah di film Heart -yang di film ini (sayangnya) gagal.

Jadwal Tayang: 27 Januari 2011
Jenis Film: Drama Romantis
Sutradara: Hanny R. Saputra
Penulis: Armantono
Pemain: Acha Septriasa, Irwansyah, Reza Pahlevi, Henidar Amroe, Reza Rahadian, Maudy Koesnadi, Donny Damara.
Produser: Chand Parwez Servia
Produksi: Kharisma Starvision Plus

Posted in: Resensi