Badut-Badut Kota [1993]

Posted on 3 March 2011

2


Dedi (Dede Yusuf) bekerja sebagai seorang badut di taman hiburan, ia beristriakan Menul (Ayu Azhari) perempuan cantik yang punya mimpi punya dapur besar yang bersih dan memiliki seorang putra bernama Bimo (Mario Irwinsyah) yang gemar makan apel. Hidup tidak mudah untuk keluarga Dedi, penghasilan sebagai badut yang tidak seberapa membuatnya harus menunggak uang kontrakan rumah dan imbas dari kejadian itu adalah ia harus terus menerus ditagih oleh Bu Kapten (Boabo) -bahkan akhirnya dipermalukan di depan semua tetangganya. Dedi bertetangga dengan seorang sutradara bernama Chairul (Sofyan Sharna) . Di tempatnya bekerja, Dedi memiliki karib bernama Tarjo (Rachman Yakub), yang memiliki kepribadian nyaris sama seperti Dedi: optimis dan selalu memiliki harapan bahwa suatu hari nanti mereka akan bisa bahagia. Dedi kerap bermimpi untuk bisa memilik kehidupan enak agar ia bisa membahagiakan Menul dan Bimo, dan mimpi Dedi itu perlahan menemukan titik cerah ketika ia bertemu dengan Darmais (Galeb Husein), seorang pengusaha berwatak ‘gila’.

Ini adalah komedi satir.
Sebuah film komedi berkarakter tidak biasa yang pernah LayarBesar saksikan. Di sini kita bisa menyaksikan komedi berbaur dengan perihnya hidup di Jakarta. Adalah Ucik Supra, seorang sineas yang berhasil memadu padankan tawa dan getir hidup dalam cerita yang ditulisnya dan pada akhirnya ia visualisisasikan dengan cemerlang.

Melihat film ini, kita bisa terbahak, namun di sisi lain ada rasa perih yang terasa di hati. Karakter-karakternya jujur, lucu dan memiliki porsi sendiri-sendiri yang pada akhirnya membuat masing-masing karakter itu ‘mencuri perhatian’ dengan sempurna. Aktor dan aktrisnya pun memainkan peran mereka dengan apik. Kita bisa tertawa melihat penampilan Dede Yusuf, namun ada perih yang juga terasa tatkala melihat kepedihan di matanya saat karakter yang dimainkannya -Dedi- ‘menyelundupkan’ sambal goreng ati untuk Bimo, anaknya yang sedang sakit.

Film ini penuh sindiran.
Sindiran pada Jakarta. Sindiran pada pemerintah. Sindiran pada perfilman nasional. Sindiran pada kehidupan. Dan sindiran pada diri sendiri. Dalam tawa riang yang kita keluarkan, sepenuhnya kita tau bahwa getir itu terasa di hati, dan inilah kekuatan unik yang dimiliki Badut-Badut Kota. Lebih dari itu, ceritanya mengalir deras tanpa ampun, membiarkan kita terhanyut, namun tidak tahu mau dibawa kemana hingga akhirnya bermuara dengan cantik dan tawa kita mencapai klimaks bahagia.

Satu film unik yang seharusnya banyak-banyak diproduksi negeri ini, biar kita tahu caranya mendengarkan hati walaupun gelak tawa riuh terdengar.

Jenis Film: Drama Komedi Satir
Sutradara dan Penulis: Ucik Supra
Pemain: Dede Yusuf, Ayu Azhari, Mario Irwinsyah, Dien Novita, Sofyan Sharma, Jajang C. Noer, Ami Prijono.

Ayo saksikan film ini di Kineforum, catat jadwalnya: Kamis 24 Maret jam 17.00. Jangan sampai ketinggalan ya!